prevnext

Menanam Bakau di Bawah Jalan Tol

Balebengong.net by Persma Akademika, dalam kategori: Kabar Baru, Lingkungan, 13 April 2013

thumbnailRibuan tiang pancang jalan tol menghiasi perairan hutan bakau. Sebagian daerah perairan sudah ditimbun dengan batu kapur, bagaimana dengan yang tidak?.  Jumat kemarin matahari memancarkan sinarnya yang terik. Bertempat di Jalan Tol Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa yang dikabarkan akan rampung bulan Agustus 2013, dilakukan pembukaan acara Penanaman Bakau dalam Rangka Memperingati Hari Bumi Tahun 2013. Acara ini merupakan rangkaian dari pembibitan pohon bakau pada 3 Maret 2013 lalu. Pohon bakau yang ditanam antara lain jenis bakau gandul (Rhizophora mucronata) dan bakau kurap (Rhizopora stylosa) yang sudah diisi dengan kalsium karbonat dari 5 persen, 10 persen, 15 persen dan 40 persen. “Maksudnya agar pohon ini dapat beradaptasi dengan tanah yang sudah ditimbun batu kapur,” jelas Dr. Ketut Gede Dharma Putra, M.Sc, peneliti lingkungan dari Univesitas Udayana.

Kawasan Teluk Benoa dengan arus yang demikian tajam serta topografi berbeda, keberhasilan penanaman bakau ini harus diperhatikan karena di beberapa tempat kemungkinan hidup tanaman bakau sangat kecil. “Sekecil apapun kemungkinannya, terpenting sudah berusaha sehingga nanti akan ditemukan formulasinya,” imbuhnya. Sebagai akibat kegiatan pembangunan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa seluas ± 2,3 Ha, kawasan bakau di Taman Hutan Raya Ngurah Rai terkena dampak langsung bangunan. Berdasarkan fenomena tersebut, Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) Unud berupaya untuk menyusun program pendampingan. “Program ini dilakukan melalui aktivitas penelitian, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan bakau di sekitar jalan tol,” jelas Dharma Putra. Sebagian peserta mengaku senang ikut acara ini. “Acara sangat seru karena peserta banyak yang datang. Tidak hanya dari mahasiswa, tapi dari pelajar SMA dan instansi-instansi pemerintahan juga ikut turun tangan. Semua ikut serta untuk perbaikan lingkungan, terlihat dari semua peserta yang tidak segan-segan nyebur ke lumpur,” ucap peserta kegiatan, Linda Oktaviani.

Kegiatan ini bekerja sama dengan eksponen mahasiswa di Bali, kelompok nelayan Wanasari Desa Tuban Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, serta masyarakat pemerhati bakau lainnya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>