prevnext

PROFIL

thumbnail
SEJARAH

Membangun perekonomian masyarakat pesisir melalui keramba budidaya kepiting bakau merupakan salah satu pilihan yang tepat, menginggat daerah ini sebagian besar daerah pesisir dataran rendah, terdiri dari lahan rawa dan pesisir pantai yang luas.

Melihat kekayaan alam yang belum di kembangakan maka muncul ide dari Kelompok Nelayan Tradisional Wanasari Tuban – Kuta -Bali untuk memanfaatkan lahan hutan bakau dengan mencoba mengembangkan budidaya kepiting bakau lokal. Hal ini juga di dukung oleh faktor pariwisata mengingat banyaknya permintaan atas bahan baku kepiting bakau untuk kuliner khususnya seafood restaurant yang marak di Bali.

Dengan pertimbangan ini muncul keinginan yang kuat dari kelompok nelayan wanasari maka dimulailah beberapa percobaan dalam pembudidayaan kepiting bakau, sampai akhirnya kita menemukan suatu system yang tidak merusak habitat dan ekosistem hutan mangrove, yang kami sebut dengan system Keramba Kepiting Bakau. Dengan system ini kami bisa mengembangkan kepiting bakau dengan kualitas yang tidak kalah dengan daerah lainnya, yang mana hasil dari pembudidayaan kepiting kami sudah di pasarkan seluruh bali hingga ekspor ke negara tetangga Singapura. Dengan munculnya ide ini nelayan wanasari tuban memiliki kendala dengan dana dalam pengembangan ide tersebut, maka untuk mewujudkan hal tersebut nelayan menggandeng atau mencari dana memalui dana CSR  yang akhirnya menemukan suatu perusahaan BUMN yang mau membantu mengatasi permasalahan yang di hadapi nelayan wanasari untuk mengembangkan ide tersebut yaitu dengan CSR PERTAMINA DPP Ngurah Rai – Bali. Dengan adanya CSR pertamina ini perkembangan budidaya di dalam budidaya keramba kepiting ini berkembang pesat dan kelompok yang timbul dalam budidaya ini bertambah menjadi 5 kelompok budidaya keramba kepiting.

Dengan berhasilnya pegembangan budidaya ini maka muncul ide untuk membuat EKOWISATA, yang tetap berperinsip tidak merusak ekosistem dan habitat hutan mangrove, Hal ini juga mendapatkan respon yang baik dari CSR PERTAMINA DPP Ngurah Rai – Bali  yang memiliki visi dan misi yang sama dengan kelompok Nelayan wanasari, Dimana tujuan dari di buatnya Ekowisata ini dengan mengedepankan pendidikan tentang pentingnya menjaga habitat dan ekosistem hutan mangrove, dimana system yang kami pilih yaitu dengan memberikan informasi tentang mangrove dan budidaya keramba kepiting bakau secara langsung, baik itu dengan terjun langsung dalam pembudidayaan seperti, informasi pembuatan bibit kepiting dari indukan sampai siap panen, selain itu juga kita memberikan tentang pendidikan cara menjaga kelestarian hutan mangrove seperti penanaman pohon mangrove langsung kepada pengunjung serta pelepasan beberapa benih kepiting langsung pada alam bebas di sekitar hutan mangrove.

VISI & MISI

Ekowisata Mangrove Bali yang terbentuk melalui Kelompok Nelayan Wanasari Tuban – Kuta – Bali dengan tujuan ikut memberi sumbangsih pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya kesadaran dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam dengan Visi memberikan dan berbagi tentang pengetahuan dan wawasan tentang peran hutan mangrove terhadap keseimbangan habitat dan ekosistem nya. Melalui visi yang kami miliki maka misi yang kami pegang yaitu memberikan edukasi baik secara langsung atau tidak langsung kepada masyarakat atau pengunjung ekowisata ini.

Hutan mangrove adalah salah satu hutan yang sangat berperan dalam global warming saat ini, itu mungkin jawaban sederhan yang dapat kami berikan, satu hal lagi, karena kami berangkat dari hal-hal kecil terlebih dahulu, karena melihat langsung dan turut serta menjaga dan peduli, di harapkan rasa sadar mereka akan tumbuh. Dan pada saatnya nanti mereka akan mengajak serta orang-orang terdekat mereka terlebih dulu yang selanjutnya di harapkan kepedulian mereka akan di tularkan kepada masyarakat lebih luas.

TUJUAN KEGIATAN

  • Memberikan Pengetahuan kepada generasi muda dan masyarakat pada umumnya tentang pentinganya keberadaan kawasan Hutan Mangrove satu-satunya yang ada di Bali
  • Memberikan informasi edukasi sekaligus pemahaman tentang keaneka ragaman flora dan fauna yang ada di dalamnya
  • Memberikan pengertian tentang pentingya keseimbangan ekosistem lingkungan.
  • Membuka cara pandang baru, tentang mangrove dan keberadaan satwa di dalamnya dalam hubunganya dengan kehidupan manusia.
  • Mengajak lebih memahami arti bersosiliasi terhadap sesama, dalam dalam hal ini antara manusia, satwa dan lingkungan.