prevnext

Sensasi “Payung Oksigen” di Sudut Denpasar

http://life.viva.co.id by Wuri Handayani, Rabu, 19 September 2012

VIVAlife – Di tengah hingar bingar Pulau Dewata, ternyata saya masih bisa menemukan satu kawasan hijau. Bukan lagi pantai, meski masih menjadi bagian dari pantai. Ini adalah hutan mini yang dipenuhi dengan tanaman mangrove. Ekowisata ini terletak di daerah Wanasari, Tuban. Tidak terlalu jauh dari pusat Kuta. Saat menginjakkan kaki di sini, saya hanya merasakan panasnya udara pantai. Tapi rasa penasaran membawa saya melangkahkan kaki untuk lebih mendekat. Di depan saya, sebuah jembatan kecil yang cukup panjang. Membelah kerimbunan mangrove yang sudah tinggi.

thumbnailCukup menyejukkan, karena saya bisa menghirup udara lebih segar, selain bersembunyi dari sinar matahari yang terik. Saya menyebutnya sebagai payung oksigen. Jembatan kayu ini sengaja dibuat sebagai jalur tracking untuk menjelajah kawasan seluas 1.373 hektare. Meski ada perahu-perahu kecil yang biasa digunakan untuk menyusurinya, saya memilih berjalan melalui jembatan sepanjang 150 meter ini sambil melatih kekuatan kaki. Sayangnya, salah satu sisi hutan ini sedikit terganggu dengan adanya pembangunan by pass yang akan melintasi Kuta.
thumbnailSaya tetap melanjutkan wisata ini. Ternyata pada beberapa titik hutan, dibudidayakan untuk pengembangan kepiting mangrove. Saya sempat berbincang dengan Made Sumasa, Ketua Kelompok nelayan Wanasari. Ia mengatakan jika para nelayan di sini mulai tertarik dengan proyek budidaya kepiting. Cukup berhasil, karena para nelayan ini sudah mengekspor hasilnya ke Singapura dan China. Setelah puas, saya dan rombongan melanjutkan perjalanan wisata hijau ini ke pantai Serangan. Kebetulan di sana sedang berlangsung gerakan “Menabung 100 Juta Pohon” yang diprakarsai Pertamina. Disepanjang pantai akan ditanam 5000 pohon mangrove. Ini sangat menyenangkan! Berlibur, menghilangkan kepenatan, sambil menyumbangkan sedikit tenaga demi pelestarian alam. Anda juga harus mencoba!
thumbnailGeneral Manager Fuel Retail Marketing Pertamina Region V Jatim-Bali, Nusra Afandi pun mengatakan, jika penanaman mangrove ini merupakan sumbangsih untuk mengurangi polusi. “Kami sebagai perusahan penghasil BBM, ikut bertanggung jawab dengan efek polusi yang dihasilkan. Caranya, ya dengan menghijaukan alam seperti ini.” (ren)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>